Indonesia
This article was added by the user . TheWorldNews is not responsible for the content of the platform.

Uji Materi Usia Capres-Cawapres, Ketua PP Muhammadiyah Harap Lahirkan Pemimpin Muda

Ilustrasi. Pemilu 2024. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Nasrullah mengatakan, uji materi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu khususnya Pasal 169 huruf q terkait batas usia pencalonan presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) pada 35 tahun, diharapkan melahirkan pemimpin muda. Peran generasi muda dinilai penting dalam membangun bangsa dan negara.

"Disadari atau tidak, masa Orde Baru yang begitu lama berkuasa, 32 tahun lamanya, membuat generasi-generasi muda potensial pada zaman itu kehilangan kesempatan untuk ikut berkontribusi ataupun berkontestasi di level nasional untuk ikut membangun bangsanya," kata Nasrullah dalam keterangannya, Jumat (8/9).

"Beberapa waktu kemudian pascareformasi, terbuka peluang usia minimal Capres/Cawapres diatur di usia minimal 35 tahun sehingga membuka peluang generasi muda untuk memikirkan dan bersiap untuk mengikuti kontestasi Pilpres," sambungnya.

Nasrullah mengungkapkan, aturan batas usia capres-cawapres pada minimal usia 40 tahun merupakan kemunduran bagi Indonesia. Sebab, generasi muda tak bisa ikut berkontestasi menjadi pemimpin bangsa.

"Menurut kami, sebagai anak muda Indonesia merasa didiskriminasi dan dianggap tidak berpotensi dan manafikkan sejarah pergerakan dan perjuangan anak-anak muda Bangsa Indonesia" tambah Nasrullah.

Oleh karena itu, Nasrullah mengharapkan MK dapat memutus uji materi itu dengan melihat situasi saat ini. Mengingat mayoritas pemilih saat ini merupakan para generasi milenial.

"Kini harapan kami anak muda Indonesia bertumpu pada Mahkamah Konstitusi, yang akan melakukan RPH mengambil putusan yang menentukan nasib anak muda Indonesia dalam kontestasi Pilpres 2024" pungkas Nasrullah. (jpg/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di: