Indonesia
This article was added by the user . TheWorldNews is not responsible for the content of the platform.

Soroti PSI, Pengamat Politik Unair Sebut Kepengurusan Otoriter dan Diktator

Pengamat Politik Unair Pribadi Kusman menyoroti kepengurusan partai PSI yang dinilai otoriter dan diktator. Foto: Dok. Pribadi Airlangga.

FAJAR.CO.ID, SURABAYA - Pengamat Politik Unair, Pribadi Kusman menyoroti Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menurutnya, otoriter dan diktator dalam hal kepengurusan.

Hal tersebut melihat kekuasaan Dewan Pembina di PSI. Strukturnya cenderung militeristik yang bisa membatalkan keputusan pada tingkat apapun. “Tidak sesuai dengan persepsi dan citra yang dibangun selama ini,” kata Airlangga tertulis, Jumat (8/9).

Dia menyebutkan satu catatan kritis dari PSI ada semacam keterbelahan karakter. Ibarat dalam kajian psikologi, terdapat split personality dalam entitas partai itu.

Split personality itu muncul ketika pencitraan politiknya selalu menampilkan diri sebagai partai yang memperjuangkan demokrasi, kesetaraan, republikanisme suatu karakter dari corak politik modern.

Namun, jika dikaji dalam anggaran dasar atau anggaran rumah tangga ada masalah otoritarian, bahkan diktatoral dalam struktur PSI.

“Ini kaitannya dengan Ketua Dewan Pembina PSI yang dapat merangkap jabatan sebagai ketua umum, sekjen, ketua dewan pertimbangan nasional, ketua dewan pakar, dan DPP,” ujarnya.

“Artinya apa? Dalam kelembagaan internal jejak otoritarianisme warisan orde baru tampak melekat dalam partai tersebut,” ucapnya.

Jejak-jejak warisan otoritarianisme dalam tubuh PSI berkonsekuensi cukup panjang dalam mendegradasi nilai-nilai demokratis yang selalu ditunjukkan PSI di panggung depan politiknya.

“Dengan kekuasaan dewan pembina yang luar biasa maka dewan pembina yang militeristik ini bisa membatalkan keputusan dari tingkat di bawahnya,” kata dia.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di: