Indonesia
This article was added by the user . TheWorldNews is not responsible for the content of the platform.

Ramai-ramai PNS Pemprov Sulsel Protes Namanya Dicatut dalam Surat Keberatan Dinonjobkan

Ilustrasi PNS.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ramai-ramai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprov Sulsel memberikan klarifikasi atas beredarnya surat tertanggal 6 September 2023 yang ditujukan kepada Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) di Jakarta, Menteri Dalam Negeri RI di Jakarta, Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel di Makassar, Ketua DPRD Sulsel dan Ketua Komisi A DPRD Sulsel.

Dalam surat itu tercatat 30 nama PNS yang melaporkan penonaktifan mereka sebagai pejabat struktural di lingkup Pemprov Sulsel. Mereka menyebut dirugikan baik secara materil maupun non materil.

Salah satu PNS yang namanya mirip dalam surat tersebut, Burhan Patarai mengaku tak tahu menahu soal surat tersebut. Dia pun menyebut jika dirinya tak pernah ikut bersepakat untuk memprotes proses mutasi selama ini.

Dia menegaskan selama 3 bulan ini telah melaksanakan kerja sebagai pejabat administrator di dinas perhubungan.

“Saya tidak pernah berpikir atau merancang sesuatu aksi baik di masa lalu, saat ini atau nanti untuk mengadu terkait Non Job ( istilah dicopot dari jabatan ) ke Presiden RI,” kata Burhan, Jumat (8/9/2030).

Hal senada diungkapkan Syamsuddin, rekan Burhan di Dinas Perhubungan. Namanya bahkan dicatut pada nomor urut 1 daftar 30 orang dalam surat yang beredar.

"Saya berniat saja tidak pernah apa lagi mau terlibat langsung berarti namaku dicatut," tegas Syamsuddin.

Syafruddin Kitta, PNS lainnya yang namanya dicatut juga menyesalkan surat yang beredar. Dia menegaskan pencatutan namanya tanpa sepengetahuan dirinya.

"Nama saya dicatut tanpa sepengetahuan saya ataupun konfirmasi," ungkapnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di: