Indonesia
This article was added by the user . TheWorldNews is not responsible for the content of the platform.

Penuhi Panggilan KPK Soal Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Sistem Proteksi TKI, Cak Imin Diperiksa Sampai 5 Jam

Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin (foto: Pram/fajar)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum (Ketum) PKB Muhaimin Iskandar memenuhi panggilan KPK kemarin. Cak Imin, sapaan akrabnya, diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan sistem proteksi TKI di lingkungan Kemenaker. Proyek itu berlangsung saat Muhaimin menjabat Menaker pada 2012.

Selama sekitar lima jam, bacawapres pendamping Anies Baswedan itu menjawab pertanyaan penyidik KPK.

Muhaimin datang ke gedung KPK sekitar pukul 09.50 WIB. Dia mengenakan setelan kemeja putih dan celana hitam panjang tanpa peci. Dia tidak menyampaikan statemen apa pun kepada awak media yang mengerubunginya.

Sekitar pukul 15.10, Muhaimin akhirnya keluar dari ruang pemeriksaan. Saat itulah dia bersedia memberikan tanggapan. ”Saya sudah membantu menjelaskan semua yang saya tahu,” ucapnya. ”Yang saya ingat saya jelaskan. Semoga KPK lancar dalam menuntaskan kasus-kasus korupsi,” lanjutnya.

Disinggung soal pertanyaan yang dicecar penyidik, Cak Imin enggan menjawab. Demikian pula ketika diminta merespons penggeledahan KPK di rumah milik Reyna Usman yang juga menjabat wakil ketua DPW PKB Bali. ”Saya belum tahu soal itu,” ucapnya.

Kemarin tim penyidik KPK memang menggeledah rumah Reyna di Jalan Tunon Mengwi Buduk, Bali. Penggeledahan itu dilakukan untuk melanjutkan pengumpulan alat bukti. ”Penggeledahan sedang berlangsung dan segera kami sampaikan perkembangannya,” kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri.
Hingga kemarin, KPK sudah menetapkan tiga tersangka. Yakni, Reyna Usman dan I Nyoman Darmanta dari pihak Kemenaker. Satu orang dari swasta atas nama Karunia.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di: