Indonesia
This article was added by the user . TheWorldNews is not responsible for the content of the platform.

Mitos Tidak Boleh Menikah di Bulan Maulid, Kemenag Beri Bantahan Begini

Ilustrasi pernikahan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sebagai masyarakat dengan norma dan adat budaya yang masih sangat kental, kita pasti sudah sering mendengar berbagai mitos yang hilir mudik berhembus dari ucapan orang-orang sekitar.

Salah satunya ketika sudah masuk bulan Rabiul Awal atau yang lebih sering dikenal dengan bulan Maulid, mitos terkenal yang selalu muncul adalah larangan untuk menikah selama bulan ini.

Mitos tersebut mempercayai bahwa apabila seseorang melangsungkan pernikahan pada bulan maulid, maka dia akan tertimpa musibah atau mendapat kesialan dalam hidupnya.

Menanggapi isapan jempol yang tidak kunjung meredup ini, Kementerian Agama (Kemenag) akhirnya buka suara dan memberi pencerahan tentang masalah tersebut.

Kemenag menjelaskan bahwa dalam Islam, pernikahan adalah suatu ibadah yang sangat dianjurkan. Bukan hanya sebagai jalan untuk memenuhi kebutuhan biologis dan naluriah manusia, menikah juga sebagai bentuk untuk menjaga kehormatan diri.

Tidak ada larangan dalam Islam untuk menikah di bulan Maulid ataupun bulan-bulan lainnya. Asal memiliki niat baik dan dilangsungkan secara benar, Semua hari dan semua bulan dalam kalender Hijriah baik untuk pernikahan.

Kemenag juga memberikan pendapat bahwa melangsungkan pernikahan pada bulan Maulid bisa berarti sebagai pengungkapan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW. Hal ini didasari oleh fakta bahwa menikah adalah salah satu sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW.

Selain itu, Kemenag juga menjabarkan dalil lain untuk mematahkan mitos menikah pada bulan Maulid akan mengundang kesialan. Yakni pada penjelasan kitab Ghayah Talkhis min Fatawi ibn Ziyad, halaman 206.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di: