Indonesia
This article was added by the user . TheWorldNews is not responsible for the content of the platform.

Dampak El Nino Terjadi hingga Awal 2024, BMKG Prediksi Kemarau Terasa Kering

Kemarau jadi ancaman di sejumlah daerah/Dok

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Kemarau terasa sangat kering. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino akan terjadi hingga awal 2024.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, prediksi itu muncul setelah melihat hasil analisis terhadap data suhu muka laut di Samudra Pasifik. Gangguan iklim El Nino yang muncul mulai pertengahan Mei 2023 tersebut terus berkembang hingga mencapai level moderat di akhir Juli 2023. Saat ini El Nino tengah berada pada nilai positif 1,504.

”Kondisi El Nino moderat ini diprediksi tetap bertahan hingga awal 2024,” jelasnya dalam temu media secara daring, Jumat, 8 September.

Tahun ini musim kemarau memang datang lebih awal dari waktu normalnya akibat pengaruh El Nino. Hal itu pun sudah diprediksi oleh BMKG sejak awal Februari 2023.

Sebanyak 37,5 persen zona musim di Indonesia mengawali musim kemarau lebih awal pada Maret dari normalnya. Lalu, secara bertahap, mulai April hingga Juni, wilayah lainnya mulai memasuki musim kemarau. Saat ini sekitar 78,5 persen dari total zona musim atau sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.

"Musim kemarau mencapai puncaknya di bulan Agustus hingga September 2023 saat ini,” papar Dwikorita.

Selain El Nino, kondisi kemarau yang nyaris tanpa hujan ini turut disebabkan oleh Indian Ocean Dipole (IOD) yang terjadi di Samudra Hindia. Dari hasil pemantauan, ada anomali suhu muka laut yang menunjukkan kondisi IOD positif dengan besaran indeks positif 1,527. IOD itu diperkirakan tetap positif hingga akhir 2023.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di: